BPS Sulawesi Tenggara Sebut Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum jadi Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi dan Bisnis 📅 06 May 2026, 20:08 👁️ 34x dibaca

BPS Sulawesi Tenggara Sebut Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum jadi Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi

A

Admin

Jurnalis Ruangsulawesi

Ruangsulawesi.com, Kendari - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan bahwa lapangan usaha sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 di wilayah itu adalah sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. Sektor ini, memberikan sumbangsih sebesar 20,14 persen yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi regional Sultra.  

Kepala BPS Sulawesi Tenggara, Hadi Susanto, mengatakan perekonomian Sultra berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I di 2026 mencapai Rp52,55 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp30,28 triliun. 
 
 "Ekonomi Sultra pada triwulan I-2026 dibanding triwulan I-2025 secara tahunan mengalami pertumbuhan sebesar 6,23 persen. Pertumbuhan itu, terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha," ungkap Hadi Susanto, Rabu (6/5/2026).

Hadi Susanto menyampaikan, ada tiga sektor lapangan usaha yang tumbuh signifikan pada periode ini antara lain, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 20,14 persen, diikuti sektor konstruksi sebesar 15,27 persen, dan jasa keuangan sebesar 12,07 persen. 

Sementara itu, lapangan usaha yang mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam yaitu pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 0,65 persen. 

Pertumbuhan ekonomi Sultra pada triwulan I-2026 dibanding triwulan IV-2025 (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 6,25 persen. Lapangan usaha yang mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha konstruksi sebesar 23,16 persen. Kemudian sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 7,26 persen. 

Hadi Susanto mengatakan, sektor lain yang menjadi penopang ekonomi Sulawesi Tenggara antara lain, lapangan usaha industri pengolahan sebesar 6,16 persen, diikuti oleh usaha pengadaan air sebesar 4,93 persen dan pengadaan listrik, gas sebesar 4,18 persen.

"Ekonomi Sultra pada triwulan I 2026 terhadap triwulan I 2025 secara tahunan (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 6,23 persen," jelas Hadi Susanto. (Red) 

Tagar: #BPS #Sulawesitenggara #ekonomi #tumbuh #BPS Sultra

Bagikan artikel ini: