IHSG Kembali Tertekan, Investor Cermati Sentimen Global dan Kebijakan Bursa
Admin
Jurnalis Ruangsulawesi
Ruangsulawesi.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa, 3 November 2026. Setelah dibuka menguat, indeks saham domestik berbalik melemah seiring dominasi tekanan jual dan sikap hati-hati investor dalam merespons perkembangan pasar global maupun kebijakan pasar modal Indonesia.
Mengacu pada data perdagangan yang dikutip sejumlah media, IHSG dibuka menguat 0,58 persen ke level 5.126,53 pada pukul 09.00 WIB. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Pada pukul 10.25 WIB, IHSG tercatat turun 1,23 persen ke posisi 5.034,13.
Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang mengalami koreksi. Pada waktu pengamatan tersebut, sebanyak 507 saham melemah, sementara 179 saham menguat dan 277 saham lainnya bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,17 triliun dengan volume perdagangan sekitar 8,30 miliar saham.
Salah satu sentimen yang masih membayangi pasar adalah ketidakpastian terkait evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia. Pelaku pasar mencermati kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
Kekhawatiran tersebut berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap daya tarik pasar saham Indonesia, terutama bagi investor institusi global yang menjadikan indeks internasional sebagai salah satu acuan alokasi investasinya.
Selain itu, pasar juga tengah beradaptasi dengan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengecualikan 81 saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan bobot indeks. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada 2 November 2026 sebagai bagian dari upaya pembenahan pasar modal.
Dari sisi eksternal, pergerakan bursa saham Asia turut memberikan gambaran beragamnya sentimen investor. Pada perdagangan pagi, indeks Nikkei Jepang melemah 0,33 persen, Shanghai turun 0,86 persen, dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 3,10 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menguat 0,17 persen.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menghadapi ketidakpastian dalam menentukan arah investasi di tengah perkembangan ekonomi dan politik global. Kondisi ini turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor domestik dalam mengambil keputusan transaksi. (Red)
Berita Terkait
BEI Keluarkan 81 Saham HSC dari IHSG Mulai 2 November 2026
📅 2 hours ago
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Buka Peluang Pasar Global bagi Kandora Coffee Pascapartisipasi di TEI 2026
📅 1 week ago
ESG Jadi Fondasi IMIP Jaga Daya Saing Hilirisasi di Rantai Pasok Global
📅 3 months ago
DJ Bravy Kembali Guncang D’Liquid Kendari
📅 3 months ago