OJK Sultra Gelar BIK 2026, Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 85,52 Persen
Admin
Jurnalis Ruangsulawesi
Ruangsulawesi.com, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong perluasan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan melalui penyelenggaraan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Kota Kendari. Kegiatan yang berlangsung di pelataran eks MTQ Kendari, Sabtu (24/10/2026), menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan sekaligus meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan formal oleh masyarakat.
OJK Sultra mencatat tingkat inklusi keuangan di Sulawesi Tenggara pada 2026 mencapai 85,52 persen, meningkat dibandingkan angka sebelumnya sebesar 83 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan, meskipun upaya pemerataan akses dan peningkatan pemahaman finansial masih perlu diperkuat.
Melalui BIK 2026, OJK bersama industri jasa keuangan dan berbagai pemangku kepentingan berupaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana sosialisasi, tetapi juga momentum untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan berbagai produk dan layanan keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, sebelumnya menekankan pentingnya sinergi industri jasa keuangan, pemerintah daerah, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas, serta masyarakat dalam memperluas akses keuangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadikan BIK sebagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan membuka peluang pemanfaatan layanan keuangan untuk kegiatan produktif.
Sebelumnya, dalam persiapan BIK 2026, OJK Sultra dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sultra merencanakan UMKM Expo yang melibatkan lebih dari 40 pelaku UMKM. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan industri jasa keuangan sekaligus memperluas peluang akses pembiayaan.
Selain kegiatan yang berkaitan dengan UMKM, rangkaian BIK 2026 juga dirancang melalui pendekatan edukasi kreatif, kegiatan olahraga, promosi budaya daerah, serta kompetisi video edukasi keuangan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda.
Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting karena peningkatan inklusi keuangan tidak cukup hanya diukur dari tersedianya akses terhadap rekening atau produk keuangan. Masyarakat juga perlu memiliki pemahaman yang memadai agar dapat menggunakan layanan tersebut secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, perluasan akses keuangan harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap risiko, termasuk penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan penyalahgunaan data pribadi. Karena itu, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang mampu mengambil keputusan finansial secara rasional.
"Melalui pelaksanaan BIK 2026, OJK Sultra bersama industri jasa keuangan diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam memperluas akses keuangan, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mendukung pengembangan UMKM dan aktivitas ekonomi produktif," tutup Bismi Maulana. (Red)
Berita Terkait
BPS Catat pada Oktober 2026, Sultra Alami Inflasi Sebesar 4,74%
📅 7 hours ago
Sultra Raih Satya JKN Awards 2026, Bukti Komitmen Perkuat Program JKN
📅 1 day ago
Perkuat Inklusi Keuangan Bank Sultra Luncurkan Layanan Prioritas Suprime dan Safe Deposit Box
📅 1 week ago
Dukung Percepatan Ekonomi Biru, Bank Sultra Salurkan Kredit Konstruksi
📅 1 week ago