BPS Catat Inflasi Sulawesi Tenggara pada April 2026 Capai 2,98 Persen
Ekonomi dan Bisnis 📅 04 May 2026, 19:57 👁️ 56x dibaca

BPS Catat Inflasi Sulawesi Tenggara pada April 2026 Capai 2,98 Persen

A

Admin

Jurnalis Ruangsulawesi

Ruangsulawesi.com, Kendari - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan pada April 2026, inflasi Sultra sebesar 2,98 persen yang secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Inflasi itu, berdasarkan hasil pemantauan BPS Sultra di 4 kabupaten/kota, secara tahunan terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,87 pada April 2025 menjadi 112,11 pada April 2026.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto mengatakan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,14 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,11 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,00 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,14 persen. 

Kemudian terjadi kenaikan indeks kelompok pengeluaran di sektor kesehatan sebesar 0,44 persen, transportasi sebesar 4,01 persen, pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,47 persen, kelompok pendidikan sebesar 4,11 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,42 persen. 

Hadi Susanto menjelaskan, untuk komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi tahunan (y-on-y) pada April 2026, yaitu emas perhiasan, angkutan udara, ikan cakalang/ikan sisik, beras, sigaret kretek mesin (SKM), tomat, uang kuliah akademi/perguruan tinggi, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan kembung, ikan katamba, sepeda motor, minyak goreng, dan mobil. 

"Kemudian komoditas penyumbang inflasi juga pada bahan bakar rumah tangga, ikan tuna, ikan layang/ikan benggol, lemari pakaian, tukang bukan mandor, tarif pulsa ponsel, apel, mainan anak, bawang merah, 
 ayam goreng, serta sigaret putih mesin (SPM)," ungkap Hadi Susanto di kantornya, pada Senin (4/5/2026). 

Hadi Susanto menuturkan, komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi tahunan, yaitu cabai rawit, ikan mujair, cabai merah, terong serta tempe. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada April 2026, antara lain angkutan udara, tomat, beras, ikan tuna, minyak goreng, lemari pakaian, kangkung, bawang merah, dan angkutan laut. 

Sedangkan, untuk komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m, antara lain, emas perhiasan, ikan layang, ikan kembung, bahan bakar rumah tangga, ikan selar/ikan tude, serta bayam. BPS menilai, dinamika harga pada April dipengaruhi oleh faktor musiman, distribusi, serta peningkatan permintaan pada sejumlah komoditas strategis.

Pada April 2026, dari 4 kabupaten/kota IHK di Provinsi Sultra, seluruhnya mengalami Inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Baubau sebesar 4,08 persen dengan IHK sebesar 112,87 dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Konawe sebesar 1,61 persen dengan IHK 111,65.

"Meski begitu, kondisi inflasi Sultra masih tergolong terkendali dan berada dalam kisaran yang moderat," tutup Hadi Susanto. (red) 

Tagar: #InflasiSultra #Kendari #Baubau #deflasi #IHK #BPS

Bagikan artikel ini: