Sinergi OJK Sultra, Pemerintah Daerah, BI, LPS dan PUJK Luncurkan Pembukaan Simpel 60.819 Rekening
Admin
Jurnalis Ruangsulawesi
Ruangsulawesi.com, Kendari - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Kendari, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi
Sulawesi Tenggara, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulawesi, Maluku dan Papua, Industri Jasa Keuangan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta para pemangku kepentingan melaksanakan Launching Pembukaan Rekening Simpanan
Pelajar (Simpel) sebanyak 60.819 rekening dalam rangka mendukung program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Kota Kendari dan memperingati Hari Indonesia
Menabung (HIM) Tahun 2026 di Balai Kota Kendari.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi seluruh pemangku
kepentingan dalam membangun budaya menabung sejak usia dini melalui perluasan akses kepemilikan rekening tabungan bagi pelajar sebagai bagian dari implementasi
Program KEJAR.
Bismi Maulana Nugraha menyampaikan bahwa menabung merupakan fondasi penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
"Hari Indonesia Menabung menjadi momentum untuk menanamkan kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. Kepemilikan rekening tabungan diharapkan tidak hanya
meningkatkan akses keuangan bagi pelajar, tetapi juga membentuk karakter disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan," ujar Bismi, Senin (27/07/2026).
Keberhasilan implementasi Program KEJAR memerlukan sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, industri jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan agar budaya menabung dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari para pelajar.
Walikota Kendari, dr. Hj Siska Karina Imran, S.K.M menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi
Tenggara yang terus menghadirkan berbagai program edukasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda. Apresiasi juga disampaikan kepada
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Lembaga Penjamin Simpanan Wilayah III Sulampua, Bank Sultra, PT BPR Bahteramas Kendari, Bursa Efek Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Baznas, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik.
Menurutnya, melalui Program KEJAR, anak-anak kita tidak hanya diperkenalkan dengan produk dan layanan keuangan formal, tetapi juga diajarkan nilai-nilai penting seperti disiplin menabung, kemampuan merencanakan masa depan, serta pengelolaan keuangan yang
sehat.
Pada kesempatan tersebut dilakukan pembukaan 60.819 rekening Simpel bagi siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kota Kendari, dengan rincian sebagai berikut:
• Bank Sultra telah merealisasikan pembukaan 50.537 rekening Simpel yang mencakup 129 SD dengan total 38.807 rekening dan 36 SMP dengan total 11.730 rekening. Program ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Kendari,
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, dan Bank Sultra dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar.
• PT BPR Bahteramas Kendari telah membuka 10.282 rekening Simpel yang terdiri atas 13 MI sebanyak 2.298 rekening, 22 MTs sebanyak 4.094 rekening, dan 24 MA sebanyak 3.890 rekening. Program ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Kendari, Kementerian Agama Kota Kendari, dan PT BPR Bahteramas Kendari
dalam memperluas akses layanan keuangan bagi peserta didik.
Program ini diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan sekaligus membiasakan pelajar memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal secara bijaksana sejak usia dini. Selain peluncuran rekening Simpanan Pelajar, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi kepada para pelajar mengenai pentingnya menabung dari LPS Wilayah III Sulampua, sosialisasi dari KPw BI Provinsi Sulawesi Tenggara tentang cinta, bangga dan paham rupiah, dan menghimbau pelajar untuk menabung dapat juga dengan menggunakan uang lusuh dan koin dalam rangka pengendalian peredaran uang di wilayah kota Kendari.
Selain itu, OJK juga memberikan kuis interaktif dengan tema edukasi keuangan. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 350 peserta yang terdiri dari siswa/siswi SD, SMP, MI, MTs dan MA, guru, kepala sekolah, perbankan, Pemkot Kendari, OJK, BI, dan LPS.
OJK meyakini bahwa penguatan budaya menabung memerlukan kolaborasi yang berkesinambungan antara pemerintah, industri jasa keuangan, satuan pendidikan,
orang tua, dan masyarakat. Oleh karena itu, Program KEJAR akan terus diperkuat sebagai salah satu program strategis nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
"Melalui peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026, OJK mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan menabung sebagai budaya, bukan sekadar kebiasaan, sehingga dapat mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang semakin cerdas finansial, inklusif, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini sejalan dengan semangat Program KEJAR yang terus diperkuat OJK bersama para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kepemilikan rekening pelajar dan membangun budaya menabung sejak dini," pungkasnya. (Red)
Berita Terkait
Beasiswa IMIP Bersinergi, Siapkan SDM Morowali Hadapi Industri Masa Depan
📅 4 days ago
Dukung Inklusi Keuangan Sejak Dini, Bank Sultra Salurkan 50.537 Rekening Simpel
📅 1 week ago
Sinergi Pemkot Kendari dan BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Sosial Bagi Pekerja Rentan
📅 3 weeks ago
Asmo Sulsel Beri Edukasi Safety Riding bagi Karyawan Astra Daihatsu Makassar, Perkuat Sinergi Grup Astra dalam Kampanye Keselamatan Berkendara
📅 3 weeks ago