BPS Catat Nilai Inflasi di Sultra pada Mei 2026 Sebesar 4,07 Persen
Ekonomi dan Bisnis 📅 04 June 2026, 22:23 👁️ 8x dibaca

BPS Catat Nilai Inflasi di Sultra pada Mei 2026 Sebesar 4,07 Persen

A

Admin

Jurnalis Ruangsulawesi

Ruangsulawesi.com, KENDARI - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada bulan pada Mei 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Sultra di 4 kabupaten/kota, pada Mei 2026 terjadi inflasi tahunan sebesar 4,07 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,72 pada Mei 2025 menjadi 113,14 pada Mei 2026.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, mengatakan, inflasi m-to-m sebesar 0,92 persen dan inInflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,38%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 
 2,39%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,17%; kelompok kesehatan sebesar 0,25%; kelompok transportasi sebesar 5,02%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,98%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,79%; kelompok pendidikan sebesar 4,03%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,12%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,74%. 

"Sedangkan pada kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02," ungkapnya pada Rabu (3/6/3026).

Dijelaskan, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Mei 2026, antara lain: emas perhiasan, angkutan udara, beras, tomat, bahan bakar rumah tangga, ikan cakalang/ikan sisik, Sigaret Kretek Mesin (SKM), uang kuliah akademi/perguruan tinggi, minyak goreng, ikan layang/ikan benggol, bayam, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, telepon seluler, sepeda motor, kangkung, mobil, ikan selar/ikan tude, lemari pakaian, daging ayam ras, pemeliharaan/service, bawang merah, ikan teri, ikan katamba, pelumas/oli mesin, serta pisang. 

"Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: cabai rawit, ikan mujair, terong serta ikan gabus," jelasnya.

Hadi menuturkan, pada Mei 2026, tingkat inflasi y-on-y sebesar 4,07% dan tingkat inflasi y-to-d Provinsi Sultra sebesar 3,22%. "Pada Mei 2026, dari 4 kabupaten/kota IHK di Provinsi Sultra, seluruhnya mengalami Inflasi y-on-y. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Baubau sebesar 5,11% dengan IHK sebesar 114,15. Sementara inflasi y-on-y terendah terjadi di Kabupaten Konawe sebesar 2,59% dengan IHK 112,65," tutupnya. (Red)

Tagar: #BPS #Sultra #Inflasi #Deflasi #IHK

Bagikan artikel ini: